Bandar Lampung (kaganga.id)-Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggandeng takmir Masjid Ulul Albaab menggelar bazar dan pasar murah pada Sabtu pagi, (14/2/2026).
Kegiatan ini menyasar warga menjelang Ramadan, saat harga dan kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat.
Sejak usai salat Subuh berjamaah dan tausiah, warga mulai memadati pelataran masjid di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Ratusan warga Perumahan Bataranila dan sekitarnya antre membeli bahan pokok bersubsidi sekaligus mengunjungi stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebanyak 37 pelaku UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut.
Panitia menyediakan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, tepung terigu, gula pasir, telur, minyak goreng, serta elpiji 3 kilogram. Komoditas dijual dengan harga subsidi yang ditopang pemerintah provinsi, sejumlah pemangku kepentingan, dan takmir masjid.
Pelaksana tugas Kepala Disperindag Lampung, M. Zimmi Skill, mengatakan pasar murah digelar untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
“Kami menggandeng produsen dan distributor agar harga tebus masyarakat lebih murah,” kata dia.
Menurut Zimmi, kegiatan ini bagian dari program pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Lampung.
Disperindag memfasilitasi produsen bahan pokok untuk mendukung operasi pasar serentak tersebut.
Dalam kegiatan ini, Disperindag menyalurkan 500 kilogram telur ayam, 600 kilogram gula, tepung, dan minyak goreng, 3 ton beras premium, 2 ton beras SPHP, serta gas elpiji 3 kilogram.
Zimmi menilai pasar murah tak hanya membantu warga memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
“Aktivitas ekonomi di sekitar masjid diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Perum Bulog dan Pertamina Patra Niaga, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur lainnya.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendukung agenda tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Ketua Takmir Masjid Ulul Albaab, Agung Muhammad Iqbal, mengatakan kegiatan ini juga menjadi ruang pemberdayaan UMKM.
“Kami ingin masjid tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi,” kata dia.
Ia menyebut takmir berencana melanjutkan program pemberdayaan UMKM selama Ramadan, termasuk pelibatan pelaku usaha dalam penyediaan takjil berbuka puasa dan membuka akses pemesanan produk bagi jamaah.
Panitia berharap bazar dan pasar murah ini dapat rutin digelar dan menjangkau lebih banyak warga, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di Hajimena dan sekitarnya.














