Bandar Lampung(kaganga.id) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Bandar Lampung menggelar kegiatan Entrepreneur Hub bertema “Entrepreneurship sebagai Jalan Kemandirian Kader: Dari Gerakan Moral Menuju Gerakan Ekonomi” di Cafe D’Jaya House, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Wakil Ketua VII Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PC PMII Bandar Lampung, Elta Metia, ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PC PMII Bandar Lampung, Topik Sanjaya. Agenda tersebut menyasar kader komisariat dan rayon se-Bandar Lampung sebagai upaya membangun kesadaran kemandirian ekonomi di tubuh organisasi.
Dalam sambutannya, Elta Metia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan langkah awal perubahan pola pikir kader. Ia menyebut organisasi tidak boleh terus bergantung pada proposal dan sponsor, tetapi harus mulai membangun kemandirian berbasis produksi dan nilai ekonomi.
“Gerakan moral harus diperkuat dengan fondasi ekonomi agar kader memiliki kedaulatan berpikir dan tidak mudah diarahkan oleh kepentingan eksternal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pascakegiatan akan dilakukan pendataan kader yang telah atau berencana memulai usaha. Selanjutnya, PC PMII Bandar Lampung akan membentuk kelas pendampingan bisnis tahap awal. Targetnya, minimal satu kader di setiap komisariat atau rayon dapat menjalankan usaha secara nyata.
Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Bandar Lampung, Topik Sanjaya, menekankan pentingnya transformasi gerakan dari diskursus ke aksi produktif. Menurutnya, intelektualitas kader harus diwujudkan dalam kontribusi ekonomi yang konkret.
“PMII tidak ingin kader hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja. Ekonomi harus menjadi bagian dari perjuangan sosial,” kata Topik.
Pada sesi materi, Yogi Prazani mengangkat tema kemandirian kader. Ia menilai ketergantungan menjadi hambatan utama bagi independensi gerakan. Karena itu, paradigma organisasi perlu bergeser dari budaya meminta menjadi budaya mencipta nilai.
Materi kedua disampaikan Imam Mahmud yang menegaskan bahwa kewirausahaan merupakan kebutuhan strategis, terutama di era digital. Menurutnya, peluang usaha kini semakin terbuka dengan modal lebih efisien dan jangkauan pasar yang luas.
“Teknologi penting, tetapi yang paling menentukan adalah mindset, keberanian, dan konsistensi membangun usaha yang berkelanjutan serta berdampak sosial,” ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme kader yang tinggi. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi gerakan ekonomi kader PMII di Bandar Lampung. Melalui agenda tersebut, PC PMII Bandar Lampung menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian ekonomi sebagai fondasi perjuangan sosial yang lebih berdaulat.














