Server Bermasalah, Disdik Lampung Putuskan Tes Ulang bagi Peserta SPMB Terdampak

Kaganga.id– Pelaksanaan Seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 35 sekolah unggulan di Provinsi Lampung, Senin (8/6/2026), diwarnai berbagai kendala teknis. Sejumlah peserta mengeluhkan sistem yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat login dan mengikuti ujian sesuai waktu yang telah ditentukan.

Salah seorang peserta yang ditemui usai mengikuti tes di salah satu SMAN Unggulan Bandar Lampung mengaku khawatir dengan hasil ujian yang diperolehnya. Pasalnya, dari total waktu 120 menit yang disediakan panitia untuk mengerjakan soal, ia baru dapat mengakses sistem pada 30 menit terakhir akibat kendala login.

“Tadi ada tiga mata pelajaran yang diujikan, yaitu Matematika sebanyak 30 soal, Bahasa Indonesia 15 soal, dan Bahasa Inggris 15 soal. Karena sempat tidak bisa login, waktu yang tersisa sangat sedikit untuk mengerjakan semua soal. Saya kurang puas dengan hasil yang didapat,” ujarnya.

 

Peserta tersebut berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dapat memberikan kebijakan khusus bagi peserta yang terdampak gangguan sistem.

 

“Harapannya ada kebijakan dari dinas untuk peserta yang terkendala pada sesi pertama agar bisa mengikuti tes ulang, sehingga kami mendapatkan kesempatan yang sama dengan peserta lainnya,” katanya.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendala login tidak hanya terjadi di SMAN 5 Bandar Lampung, tetapi juga dilaporkan merata di sejumlah sekolah unggulan lainnya di Kota Bandar Lampung.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan gangguan serupa juga terjadi di seluruh 35 sekolah unggulan yang melaksanakan seleksi SPMB di Provinsi Lampung.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, yang meninjau langsung pelaksanaan ujian di SMAN 5 Bandar Lampung, mengakui adanya gangguan teknis pada sistem yang digunakan selama pelaksanaan tes.

 

Menurutnya, kendala tersebut terjadi karena tingginya jumlah peserta yang mengakses sistem secara bersamaan pada waktu yang sama, sehingga menyebabkan sebagian peserta mengalami kesulitan login dan tidak dapat mengerjakan soal secara optimal.

 

“Karena kendala teknis ini terjadi secara luas dan berpotensi merugikan peserta di 35 sekolah unggulan, maka kami mengambil keputusan untuk memberikan kesempatan tes ulang kepada peserta yang terdampak, khususnya yang gagal login atau kehilangan waktu ujian akibat gangguan sistem pada sesi pertama,” ujar Thomas.

 

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menjamin asas keadilan dan memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti seleksi.

 

“Supaya ada keadilan untuk semua peserta, kami tidak ingin ada satu pun calon murid yang dirugikan akibat masalah teknis yang berada di luar kendali mereka. Oleh karena itu, peserta yang mengalami kendala login dan datanya telah diverifikasi oleh panitia sekolah akan diberikan kesempatan mengikuti tes ulang pada sesi terakhir yang dijadwalkan besok. Dengan begitu, mereka dapat mengerjakan soal secara penuh sesuai waktu yang telah ditetapkan,” tegasnya.

 

Thomas juga memastikan pihaknya bersama tim teknis telah melakukan evaluasi dan perbaikan sistem guna mencegah gangguan serupa terulang pada pelaksanaan sesi berikutnya.

 

“Kami telah berkoordinasi dengan tim pengembang dan operator sistem untuk melakukan penguatan server serta langkah-langkah teknis lainnya. Kami berharap pelaksanaan tes pada sesi selanjutnya dapat berjalan lebih lancar sehingga seluruh peserta dapat mengikuti seleksi dengan nyaman dan optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *