Kaganga.id – Komitmen Puskesmas Segala Mider dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat terus diwujudkan melalui berbagai inovasi pelayanan. Salah satu inovasi unggulan tersebut adalah NGANAR (Ngerem Nagih Rokok), sebuah program pendampingan berhenti merokok yang mengedepankan edukasi, konseling, serta pemantauan berkelanjutan bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok.
Program NGANAR hadir sebagai respons terhadap tingginya angka perokok aktif yang menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, kanker paru, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Selain berdampak pada kesehatan perokok, paparan asap rokok juga membahayakan anggota keluarga, terutama ibu hamil, bayi, dan anak-anak,melalui inovasi ini, tenaga kesehatan Puskesmas Segala Mider melakukan kunjungan langsung ke rumah masyarakatuntuk memberikan edukasi mengenai bahaya merokok serta manfaat berhenti merokok.
Edukasi dilakukan secara personal menggunakan media komunikasi yang mudah dipahami, disertai diskusi mengenai kondisi kesehatan, riwayat merokok, serta motivasi peserta untuk mulai mengurangi hingga menghentikan kebiasaan tersebut.
Selain penyuluhan, peserta juga mendapatkan konseling berhenti merokok menggunakan pendekatan 5A (Ask,
Advise, Assess, Assist, Arrange). Pendekatan ini membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi tingkat ketergantungan
nikotin, memberikan saran yang tepat, membantu menyusun target berhenti merokok, serta melakukan pendampingan
secara berkala hingga peserta mampu mempertahankan komitmennya.
Dalam setiap sesi edukasi, masyarakat diberikan informasi mengenai cara berhenti merokok, antara lain:
– Menentukan tanggal berhenti merokok sebagai bentuk komitmen.
– Mengenali situasi yang memicu keinginan merokok dan menghindarinya.
.Mengalihkan keinginan merokok dengan aktivitas positif seperti berolahraga, mengunyah buah atau permen bebas
gula, serta memperbanyak minum air putih.
-Meminta dukungan keluarga agar tidak merokok di dalam rumah dan memberikan motivasi selama proses berhenti.
-Melakukan kontrol dan konsultasi secara rutin ke Puskesmas apabila mengalami gejala putus nikotin atau
membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Kepala Puskesmas Segala Mider, dr.Dyah Surya Agustine Sesunan, menyampaikan bahwa keberhasilan program NGANAR tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang berhasil berhenti merokok, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menciptakan lingkungan bebas asap rokok.
“Melalui NGANAR, kami ingin memberikan pendampingan yang nyata kepada masyarakat. Berhenti merokok
memang tidak mudah, tetapi dengan edukasi yang benar, motivasi yang kuat, dukungan keluarga, dan pendampingan
tenaga kesehatan, kebiasaan tersebut dapat dihentikan secara bertahap,” ujarnya.
Sejak diimplementasikan, inovasi NGANAR telah memberikan dampak positif berupa meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya rokok, bertambahnya jumlah warga yang mengikuti konseling berhenti merokok, serta semakin banyak keluarga yang mulai menerapkan kawasan bebas asap rokok di lingkungan rumah.
Dengan semangat “Ngerem Nagih Rokok, Wujudkan Hidup Lebih Sehat”, Puskesmas Segala Mider berharap
inovasi NGANAR dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memulai hidup tanpa rokok serta mendukung
terwujudnya generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.(JML)














