Kaganga.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Lampung kembali meningkat. Sebanyak 203 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Lampung berdasarkan data BMKG per 24 Agustus 2026.
Pasalnya, Titik panas itu tersebar di beberapa daerah yakni, Kabupaten Mesuji menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 57 titik. Disusul Way Kanan 36 titik, Tulang Bawang 27 titik, Lampung Tengah 19 titik, dan Lampung Utara 16 titik.
Selanjutnya, Tulang Bawang Barat tercatat 15 titik, Lampung Selatan 14 titik, Pesisir Barat 6 titik, sedangkan Lampung Timur dan Pesawaran masing-masing 5 titik.
Sementara itu, Kota Bandar Lampung, Lampung Barat, dan Tanggamus masing-masing terdeteksi satu titik panas.
Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki periode rawan kebakaran.
Pengurus Karang Taruna Lampung Deni Ribowo mengatakan, jika pihaknya meminta seluruh insan Karang Taruna di tingkat desa, kampung, kelurahan hingga pekon untuk ikut mengambil peran dalam mencegah dan menangani karhutla.
“Mengajak insan Karang Taruna di desa untuk turut serta dalam melakukan pemadaman titik api bersama masyarakat bila ada kebakaran,” kata Deni yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung itu, Senin (24/8).
Sehingga, kata Deni, dirinya juga meminta perusahaan perkebunan meningkatkan patroli secara rutin di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi kemunculan titik api sedini mungkin sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
“Lakukan patroli untuk mencegah adanya titik api. Kita maksimalkan upaya preventif agar tidak ada lagi karhutla,” urainya.
Deni menegaskan, pencegahan harus menjadi prioritas seluruh pihak. Menurutnya, kebakaran yang terlambat ditangani berpotensi meluas dan menyulitkan proses pemadaman.
“Kita harus melakukan langkah pencegahan sejak dini agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain,” tegasnya.
Ancaman karhutla, sambung Deni, bukan sekadar potensi. “Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran juga terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK),” tandasnya.
Sebelumnya, kebakaran di area rawa gambut seluas sekitar 673,4 hektare berhasil dipadamkan pada Sabtu malam (22/8/2026). Namun, sehari kemudian titik api kembali terpantau di wilayah Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah.
Petugas gabungan hingga kini masih melakukan upaya pemadaman sekaligus pembasahan lahan guna mencegah munculnya kembali titik api.














