Oleh: Muhammad Iman Ibrohim
Gubernur FDIK UIN RIL
Darah kami mendidih! Jiwa kami bergelora bukan karena semangat kemajuan, melainkan karena AMARAH YANG MELUAP-LUAP melihat realita pahit yang terjadi di bumi Ruwa Jurai ini! Ketika kami membaca desakan keras dari Sekjen FML agar Gubernur segera mencopot Kadis PSDA karena praktik premanisme yang mencuat ke permukaan, kami tidak bisa lagi berdiam diri! Ini bukan sekadar masalah administrasi, ini adalah PENGHINAAN BESAR TERHADAP MARTABAT LAMPUNG!
Bagaimana mungkin di era yang mestinya kita fokus pada kemajuan, perubahan dan perbaikan, ternyata ada oknum pejabat yang bertindak layaknya germo, bertindak seolah-olah mereka adalah penguasa tunggal yang bisa seenaknya menekan rakyat?. Di era keterbukaan dan demokrasi ini, masih ada oknum pejabat publik yang berani bertindak sewenang-wenang, bertindak layaknya RAJA JALANAN, dan menggunakan kekuasaan untuk menakut-nakuti rakyat kecil? Mereka lupa bahwa jabatan itu adalah amanah, bukan warisan nenek moyang untuk dipergunakan seenak perut sendiri! Mereka lupa bahwa gaji yang mereka terima adalah keringat rakyat, bukan uang hasil rampokan yang boleh digunakan untuk menindas!
INI ADALAH PENGHIANATAN TERHADAP AMANAH!
Lampung bukan wilayah hukum rimba! Lampung adalah daerah yang beradab, yang dihuni oleh rakyat yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik, bukan ancaman! Kalau ada di antara abdi negara yang justru menjadi “penghisap darah” dan menggunakan kekuasaan untuk menakut-nakuti rakyat kecil, maka satu kata yang pantas untuk mereka: PERGI!
Kami dari FDIK UIN RIL tegaskan: KEADILAN TIDAK AKAN PERNAH DATANG JIKA PELAKU KEBURUKANNYA JUSTRU HADIR DARI KURSI-KURSI KEKUASAAN!
Bagaimana mungkin kita ingin memperbaiki masalah banjir dan masalah-masalah lainnya, jikalau kemudian dari cara berfikir dan bergeraknya seorang pejabat publik itu sendiri sangat memalukan tuk di akui. Gubernur harus bertindak tegas! Jangan ada kompromi! Jangan ada ampun! ini bentuk premanisme di tubuh pemerintahan, maka PANGKAS DAN BUANG! Jangan biarkan satu ulat busuk merusak sekeranjang beras. Rakyat menuntut keberanian, rakyat menuntut keadilan, dan rakyat tidak akan diam melihat pemimpinnya lemah menghadapi kezaliman!.
Jika Gubernur lupa atau enggan tuk mengambil langkah, maka Kami yang akan mengambil langkah konsolidasi dengan seluruh elemen Mahasiswa dan akan kami sampaikan kekecewaan ini dengan cara Mahasiswa. AKAN KAMI LEDAKAN SUARA SUARA DEMONSTRAN DI JALAN, SUDUT SUDUT KOTA, SAMPAI KEMUDIAN KEDEPAN GEDUNG GUBERNUR LAMPUNG!!!
LAMPUNG HARUS AMBIL SIKAP!
TERHADAP MORAL PEJABAT YANG RUSAK!














