Embung Kemiling Rp6,98 Miliar Disorot, Belum Setahun Sudah Retak dan Bocor

kaganga.id — Proyek pembangunan Embung Kemiling di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, menuai sorotan publik. Proyek yang menelan anggaran Rp6,98 miliar dari APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025 itu dilaporkan mulai mengalami kerusakan meski usia bangunan belum genap satu tahun.

Embung yang dibangun di atas lahan sekitar 1,5 hektare tersebut sebelumnya diproyeksikan menjadi kawasan penampungan air sekaligus ruang terbuka hijau di wilayah permukiman padat. Proyek itu juga sempat diresmikan oleh Rahmat Mirzani Djausal sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan.

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan terlihat mulai mengalami penurunan kualitas. Beberapa titik tampak retak, sementara di area dekat jembatan penghubung diduga terjadi rembesan air. Kondisi pagar pembatas juga dinilai belum tertata maksimal.

Kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat memunculkan pertanyaan warga terkait kualitas pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

“Dengan anggaran hampir Rp7 miliar, masyarakat tentu berharap hasil pembangunan lebih baik dan mampu bertahan lama,” ujar seorang warga Beringin Raya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Selain kondisi fisik bangunan, warga juga menyoroti area penghijauan di sekitar jogging track yang tampak kurang terawat. Sejumlah tanaman terlihat mengering sehingga mengurangi fungsi estetika kawasan yang sebelumnya digadang-gadang menjadi ruang terbuka hijau bagi masyarakat.

“Harapannya tempat ini menjadi ruang publik yang nyaman, tetapi sekarang beberapa bagian justru terlihat tidak terurus,” keluh warga lainnya.

Diketahui, proyek pembangunan embung tersebut dikerjakan oleh CV Raden Galuh dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.

Kondisi bangunan yang mulai mengalami keretakan dan dugaan kebocoran dalam waktu singkat turut memicu sorotan terhadap pengawasan proyek. Warga menilai pembangunan yang menggunakan anggaran negara seharusnya mengedepankan kualitas dan ketahanan bangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Embung Kemiling, termasuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan perencanaan awal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan yang dikeluhkan warga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *