Kaganga.id – Dibawah kepemimpinan Direktur dr. Imam Ghozali, Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Muluk (RSUDAM) terus menunjukkan peran strategisnya dalam pengawasan penyakit menular di Indonesia.
Sejak ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai salah satu rumah sakit sentinel Severe Acute Respiratory Infection (SARI) pada 2024, RSUDAM berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat dua besar nasional dalam pelaporan kasus SARI selama lima minggu berturut-turut.
Status sebagai rumah sakit sentinel menjadikan RSUDAM sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan yang bertugas melakukan pemantauan dan pelaporan kasus infeksi saluran pernapasan akut berat.
Melalui pengiriman spesimen secara rutin, rumah sakit ini berkontribusi dalam program skrining nasional untuk mendeteksi penyebaran virus influenza dan COVID-19.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya komitmen RSUDAM dalam mendukung sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit infeksi pernapasan. Data dan spesimen yang dikumpulkan menjadi bagian penting dalam upaya Kementerian Kesehatan memantau tren penyakit, mengidentifikasi potensi peningkatan kasus, serta menentukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali juga telah melakukan berbagai upaya penguatan sistem surveilans dan pelaporan kesehatan terus dilakukan guna mendukung program nasional pengendalian penyakit menular.
Komitmen tersebut tercermin dari konsistensi RSUDAM dalam memenuhi standar pelaporan serta pengiriman spesimen yang akurat dan tepat waktu.
Kontribusi RSUDAM dinilai sangat besar dalam mendukung pengendalian infeksi pernapasan akut di Indonesia.
Keberhasilan masuk jajaran dua besar nasional selama beberapa pekan berturut-turut menjadi bukti keseriusan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung tersebut dalam menjaga kualitas surveilans kesehatan dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular.














