Kaganga.id – UPT Puskesmas Kebon Jahe menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi, pemeriksaan kesehatan dasar, serta vaksinasi Tetanus Toksoid (TT) bagi calon pengantin yang mengikuti program nikah massal di Masjid Al Bakrie, Bandar Lampung.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPT Puskesmas Kebon Jahe, dr. Firdausa Muslima Masita, M.Kes, bersama tim kesehatan reproduksi Puskesmas Kebon Jahe, Kabid Idaroh Masjid Al Bakrie, serta panitia penyelenggara.
Sebanyak 33 pasangan calon pengantin dari berbagai kecamatan di Kota Bandar Lampung mengikuti rangkaian kegiatan yang bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Kepala UPT Puskesmas Kebon Jahe, dr. Firda, mengatakan bahwa edukasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu upaya mempersiapkan pasangan calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
“Melalui penyuluhan ini kami berharap setiap calon pengantin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, merencanakan kehamilan yang sehat, mengenali risiko infeksi menular seksual, serta menjaga kesehatan mental dalam kehidupan berumah tangga,persiapan kesehatan sejak sebelum menikah menjadi langkah awal untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan melahirkan generasi yang berkualitas,” ujar dr. Firda.
Selain edukasi, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, penilaian status gizi, hingga skrining kondisi kesehatan, termasuk pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb),pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi secara dini berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan calon ibu maupun kehamilan di masa mendatang.
Sebagai bagian dari pelayanan kesehatan pranikah, calon pengantin juga mendapatkan vaksinasi Tetanus Toksoid (TT) sesuai dengan indikasi medis,imunisasi ini menjadi salah satu upaya pencegahan tetanus pada ibu dan bayi baru lahir sehingga dapat mendukung terciptanya kehamilan dan persalinan yang lebih aman.
Penanggung Jawab Program Kesehatan Reproduksi UPT Puskesmas Kebon Jahe, Bidan Dian Prihartini, A.Md.Keb, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dan edukasi pranikah merupakan tahapan penting untuk memastikan kondisi kesehatan pasangan sebelum memasuki masa kehamilan.
“Melalui skrining kesehatan, kami dapat mendeteksi lebih awal apabila terdapat faktor risiko seperti anemia, status gizi yang kurang baik, maupun kondisi kesehatan lainnya. Dengan demikian, pasangan calon pengantin dapat segera memperoleh edukasi maupun tindak lanjut yang diperlukan agar kehamilan nantinya berlangsung sehat dan aman,” jelas Bidan Dian.
Ia juga mengimbau agar pasangan calon pengantin tidak menganggap pemeriksaan kesehatan pranikah hanya sebagai persyaratan administrasi, melainkan sebagai investasi kesehatan bagi keluarga yang akan dibangun.
Melalui kegiatan ini, UPT Puskesmas Kebon Jahe terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan promotif dan preventif, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga sehat serta penurunan risiko kesehatan ibu dan bayi di Kota Bandar Lampung. (JML)














