Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

Kaganga.id — Gerakan Tobat Ekologis Indonesia dinilai harus segera diwujudkan secara nyata di Lampung. Perbaikan lingkungan tidak cukup berhenti pada retorika, deklarasi maupun panggung seremonial para pejabat dan politisi.

Dorongan tersebut disampaikan Almuhery dari JKEL yang menilai kondisi ekologis Lampung membutuhkan gerakan bersama, terutama untuk memulihkan kawasan hulu hingga hilir.

Menurutnya, gerakan serentak harus diarahkan pada perbaikan kawasan hulu tangkapan air, sempadan sungai, daerah limpasan, hingga wilayah mangrove yang menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

 

“Lampung mendukung menuju Tobat Ekologis Indonesia. Jangan hanya retorika di media dan panggung seremonial. Musim kemarau dan penghujan harus menjadi bukti nyata bahwa bumi Lampung telah mengalami degradasi,” tegasnya.

 

Ia menilai kerusakan ekologis saat ini tidak bisa dilihat secara parsial. Persoalan lingkungan disebut telah terjadi dari kawasan hulu hingga hilir sehingga membutuhkan kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.

 

Almuhery juga mengkritik para kepala daerah maupun politisi yang kerap menjadikan isu konservasi sebagai narasi politik.

 

Menurutnya, apabila sebuah daerah mengikrarkan diri sebagai provinsi, kota atau kabupaten konservasi, maka komitmen tersebut harus dibuktikan melalui kebijakan dan pengalokasian anggaran untuk program konservasi yang benar-benar menyentuh lapangan.

 

“Gerakan konservasi jangan hanya menjadi buah bibir gubernur, wali kota, bupati dan politisi semata. Kalau mengikrarkan wilayahnya sebagai provinsi, kota atau kabupaten konservasi, buktikan dengan mengalokasikan anggaran pada program konservasi nyata,” ujarnya.

 

Tak hanya pemerintah, kalangan akademisi dan perguruan tinggi juga didorong turun langsung. Kampus dinilai memiliki pengetahuan dan sumber daya yang seharusnya dapat diimplementasikan untuk menjawab persoalan ekologis di masyarakat.

 

“Keterlibatan seluruh elemen, termasuk penghuni menara gading yang disebut akademisi atau kampus, harus terjun bersama mengimplementasikan ilmu dan teori yang selama ini tersimpan di file laptop, PC maupun lemari kaca,” katanya.

 

Ia juga mendorong agar agenda Tobat Ekologis yang disebut dicanangkan Presiden Prabowo dan diimplementasikan oleh Menteri Lingkungan Hidup segera diterjemahkan menjadi gerakan nyata di seluruh wilayah Lampung.

 

Menurutnya, BUMN dan perusahaan swasta yang beroperasi maupun melintas di wilayah Lampung juga harus mengambil bagian dalam upaya pemulihan lingkungan.

 

“BUMN dan swasta yang ada, yang menghisap dan melintas bumi Lampung, segera melakukan gerakan bersama sesuai rekomendasi Konferensi Sungai Indonesia untuk menghijaukan kembali Sai Bumi Ruwa Jurai,” pungkas Almuhery. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *