Kaganga.id — UPT Puskesmas Sumur Batu akan melaksanakan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SMP Negeri 18 Bandar Lampung serta pelayanan Posyandu Murai di wilayah Pengajaran.
Kegiatan BIAS merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan anak melalui pemberian imunisasi sesuai kelompok usia dan sasaran. Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan memberikan edukasi sekaligus imunisasi kepada para peserta didik.
Untuk sasaran anak kelas 1 SD, imunisasi yang diberikan berupa vaksin MR (Measles-Rubella) untuk membantu memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubela.
Sementara itu, imunisasi HPV diberikan kepada anak perempuan kelas 5 SD sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Program ini juga mencakup pemberian imunisasi kejar HPV bagi anak perempuan kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang belum mendapatkan imunisasi HPV sesuai ketentuan program.
Kepala UPT Puskesmas Sumur Batu, dr. Arny Melita, mengatakan kegiatan BIAS menjadi salah satu bentuk komitmen puskesmas dalam meningkatkan perlindungan kesehatan anak usia sekolah.
“Melalui kegiatan BIAS, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi sesuai sasaran dan usianya,selain imunisasi, kami juga memberikan edukasi kepada anak maupun pihak sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini,” ujar dr. Arny Melita.
Ia menambahkan, pemberian vaksin HPV kepada anak perempuan merupakan langkah preventif yang penting untuk memberikan perlindungan sejak dini terhadap risiko kanker serviks di kemudian hari.
Selain kegiatan BIAS di sekolah, UPT Puskesmas Sumur Batu juga akan melaksanakan pelayanan di Posyandu Murai, Pengajaran,kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas.
“Pelayanan di posyandu juga terus kami dukung karena posyandu merupakan salah satu ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak,” katanya.
UPT Puskesmas Sumur Batu berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan dari sekolah, orang tua, kader posyandu dan masyarakat sehingga cakupan imunisasi dapat terus meningkat.(JML)














