Kaganga.id — Erupsi Gunung Anak Krakatau turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk pengelolaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal di Dapur PMT Way Halim Permai.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala UPT Puskesmas Way Halim II bersama Tenaga Kesehatan Lingkungan dan Tenaga Gizi melakukan pembinaan kepada tim pengolahan dan distribusi PMT lokal, khususnya di wilayah Way Halim Permai dan Gunung Sulah.
Pembinaan dilakukan sebagai langkah pencegahan dan penanganan dampak abu vulkanik agar proses pengolahan hingga pendistribusian PMT tetap berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi sasaran penerima.
Kepala UPT Puskesmas Way Halim II, Ida Fitriyani, ST, mengatakan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan makanan, terutama untuk memastikan makanan yang diberikan kepada masyarakat tetap aman dan terjaga kualitasnya.
“Dalam situasi seperti ini, kami melakukan pembinaan kepada tim dapur agar proses pengolahan dan distribusi PMT tetap memperhatikan keamanan pangan. Abu vulkanik dapat mencemari lingkungan maupun bahan makanan apabila tidak dilakukan langkah pencegahan dengan baik,” ujar Ida Fitriyani.
Ia menjelaskan, pembinaan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapur, melindungi bahan makanan, serta memastikan makanan yang telah diolah tidak terpapar abu vulkanik selama proses persiapan maupun distribusi.
“Kami mengingatkan tim masak dan distribusi untuk lebih memperhatikan kebersihan, keamanan bahan makanan, serta perlindungan makanan selama proses pengolahan sampai diterima oleh sasaran,hal ini penting agar PMT lokal tetap dapat diberikan dengan aman,” katanya.
Menurutnya, koordinasi antara tenaga kesehatan dengan tim dapur PMT menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi bencana, sehingga pelayanan gizi kepada masyarakat tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keamanan pangan.
Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Way Halim II berharap pengelolaan PMT lokal di wilayah Way Halim Permai dan Gunung Sulah tetap berjalan optimal serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi sasaran penerima PMT di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.
(JML)














